Model FDJ Chasandra Symbol

DJ Chasandra sebagai Utu Keke Minahasa Kawanua 2018


Keluarga Kerukunan Kawanua (K3) akan menggelar kontes pemilihan Utu dan Keke Kawanua se-Indonesia 2018 di Hotel Bidakara Jakarta, 26 Januari 2018 mendatang. K3 merupakan organisasi masyarakat asal Sulawesi Utara di perantauan yang fokus pada pelestarian adat dan budaya Minahasa.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum K3 Irjen Pol Dr Drs Ronny Franky Sompie SH MH melalui Ketua K3 Sumut H. Rolly Piay kepada SUMUT BERITA disela-sela mengikuti kirab pernikahan putri dan mantu Presiden RI Joko Widodo Bobby – Kahiyang di Medan, Minggu (26/11/2017).
Disampaikan, pelaksanaan kegiatan ini dalam rangka mempromosikan pesona Sulawesi Utara atau Tanah Minahasa (Manado) sebagai daerah yang memiliki destinasi wisata yang indah, nyaman dan aman serta mempererat adat dan budaya sekaligus ajang silaturahmi warga Kawanua di Indonesia.

“Kami berharap partisipasi warga Kawanua, Sulawesi Utara dari berbagai pelosok Indonesia termasuk warga Kawanua yang tinggal di Sumatera Utara untuk dapat mempersiapkan putra-putrinya mengikuti ajang pemilihan ini,” ujar Rolly Piay didampingi Sekretaris K3 Sumut Ir. Jimmy AP Lumonon.

Dikatakan, pendaftaran seleksi pemilihan Utu dan Keke Kawanua se-Indonesia 2018 telah dibuka sejak 1 November 2017 hingga 10 Januari 2018.

Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) pimpinan DR Ronny F. Sompie berencana menggelar Pemilihan Utu dan Keke Minahasa se-Indonesia 2018.
Seleksi awal dilakukan di daerah-daerah mulai Desember 2017. Sedangkan puncak acara (grandfinal) akan digelar 26 Januari di Hotel Bidakara Jakarta.

Utu dan Keke adalah sebutan bagi putra-putri di Minahasa-Utu untuk putra, Keke untuk putri yang diadopsi menjadi nama kontes, semisal Abang dan None Jakarta atau Nyong dan Noni Sulawesi Utara.

Ketua Umum KKK periode 2017-2022 Ronny Sompie mengatakan acara ini adalah salah satu dari rangkaian acara program KKK 2017/2018. Selain pemilihan Utu dan Keke, KKK juga akan menghelat acara Kunci Taong 2018.
"Ini merupakan salahsatu dari sekian banyak rangkaian program kerja KKK di tahun 2017/2018," katanya di Albergo Resto & Lounge, The Belleza Suites, Permata Hijau Jakarta, Kamis (11/1/2018).
Sompie menyatakan tujuan utama penyelenggaraan Pemilihan Utu dan Keke Minahasa 2018 adalah memberikan wadah bagi putra-putri berdarah Minahasa di perantauan untuk berekspresi di bidang seni dan budaya. Kriteria dasar penilaian adalah 3 B: Beauty, Brain, Behaviour.
"Selain cantik, ganteng, pintar dan memiliki sikap perilaku yang baik, peserta wajib memiliki pengetahuan mengenai kebudayaan Minahasa," ujar mantan Kepala Divisi Humas Polri yang juga Kapolda Bali di tahun 2015 itu.
"Ini juga merupakan bagian dari program besar KKK dalam kontribusi membangun Sulawesi Utara melalui pengembangan sumber daya manusia, dalam hal ini melalui anak-anak muda Minahasa perantauan berpotensi sesuai bidangnya, kali ini bidang seni budaya," sambungnya.
Ketua Pelaksana, Moudy Lintuuran, menargetkan sebanyak 30 finalis terdiri atas 15 Utu dan 15 Keke, akan berlaga di Jakarta. Mereka akan dikarantina di Hotel Asana Kawanua Cempaka Putih Jakarta Pusat, dan mengikuti serangkaian kegiatan seperti pembekalan pengetahuan terkait kebudayaan Minahasa, etika, pengembangan diri, table manner, kunjungan ke pusat kecantikan Martha Tilaar, koreografi, dan grandfinal.
Menurut Moudy, acara grandfinal akan dikemas secara kreatif dan menarik dalam balutan gala dinner penuh kesan.
"Selain menampilkan para grandfinalis Utu & Keke, kami juga akan menampilkan penyanyi-penyanyi top asal Sulawesi Utara, juga fashion show batik-batik bermotif Minahasa, dengan tata panggung, tata cahaya dan tata suara yang berkualitas. Semuanya kami kemas penuh daya tarik. Hadiahnya total ratusan juta rupiah, terdiri atas uang tunai, paket wisata ke Hongkong, Bali dan Manado, hadiah berupa produk seperti sepeda motor, gadget dan barang-barang elektronik," bebernya.

"Yang lebih penting, para juara akan dilibatkan dalam setiap kegiatan KKK. Mereka akan menjadi semacam duta KKK untuk mempromosikan budaya Minahasa dalam setiap kegiatan yang kami lakukan, bukan hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri," tambahnya.
Ia menjelaskan, kriteria penilaian dalam penjurian meliputi penampilan, penguasaan pengetahuan dan wawasan tentang kebudayaan Minahasa, intelejensia, kepribadian (penilaian dilakukan juga oleh Tim Khusus yang memantau peserta selama mengikuti kegiatan, terutama pada masa karantina), percaya diri, dan kserasian berbusana daerah Minahasa (kontemporer) pada babak grandfnal.
Dewan juri terdiri atas unsur DPP KKK, pemerhati budaya Minahasa, artis/model, psikolog, dan perwakilan pemerintah daerah Minahasa.

Pemilihan Utu & Keke Minahasa se-Indonesia 2018.bakal digelar oleh
Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) pimpinan Ronny F. Sompie. Seleksi awal dilakukan di daerah-daerah yang sudah dilakukan mulai Desember lalu dan grand final akan diadakan di Jakarta 23-26 Januari 2018, dengan puncak acara (grandfinal) digelar 26 Januari di Hotel Bidakara Jakarta.

” Selain cantik, ganteng, pintar dan memiliki sikap perilaku yang baik, peserta wajib memiliki pengetahuan mengenai kebudayaan Minahasa,” ujar mantan Kepala Divisi Humas Polri yang juga Kapolda Bali di tahun 2015 itu,pada kamis 11/1/18

Ronnie Sompie menjelaskan, tujuan utama penyelenggaraan Pemilihan Utu & Keke Minahasa 2018 adalah memberikan wadah bagi putra-putri berdarah Minahasa di perantauan untuk berekspresi di bidang seni dan budaya. Kriteria dasar penilaian adalah 3 B, yakni Beauty, Brain, dan Behaviour. “

"kegiatan pemilihan Utu dan Keke Minahasa Nasional, juga merupakan bagian dari program besar KKK dalam kontribusi membangun Sulawesi Utara melalui pengembangan sumber daya manusia, dalam hal ini melalui anak-anak muda Minahasa perantauan berpotensi sesuai bidangnya"ujar sompie

Saat jumpa pers yang diadakan di Albergo Resto & Lounge, The Belleza Suites, Permata Hijau Jakarta,sompie turut didampingi Sekretaris Jenderal Ayub Yunus, Ketua Panitia Jemmy Mokolensang, Ketua Pelaksana Moudy Lintuuran, Wakil Sekretaris Jenderal Lois Merry Tangel, beberapa mantan Nyong & Noni Sulut, dan sejumlah pengurus DPP KKK


EmoticonEmoticon